|
Sunday, June 20, 2004
Aktivitas pacaran ibarat les bahasa. Alias ada tingkatan-tingkatan tertentu. Level pemula, biasanya cuma pegangan tangan. Level intermediate, mulai nyoba meluk, kissing plus necking (cupang). Di level advance, terbersitlah keinginan buat petting.
Hah, petting? Yup. Kegiatan saling merangsang pasangan ini nggak cuma milik orang-orang yang udah married. Buktinya, hampir separuh (49 persen) responden DetEksi yang seluruhnya cowok, pernah melakukannya dengan pacar.
"Dari awal melakukan petting dengan cewekku, aku sama sekali nggak pernah memaksa dia untuk menuruti hasratku. Saat aku mulai menyerang, dia cuman diam. Malah terlihat menikmatinya," cerita Danang (nama palsu).
Warga kampus di kawasan Gubeng ini memiliki batasan saat melakukan petting. "Aku hanya berani melakukan hot fingers alias pakai tangan. Cara ini yang paling aman dan bebas resiko. Namun, tetap tidak mengurangi kenikmatannya," ujar Danang.
Sedangkan, Akbar (juga nama palsu) mulai berani melakukan petting setelah pacaran selama setahun. "Awalnya aku melakukannya hanya untuk kesenangan. Eh, kok sekarang jadi santapan wajib rohani. Setiap ada kesempatan dalam kesempitan, selalu kumanfaatkan," aku pelajar sebuah PTS daerah Arif Rahman Hakim ini.
"Tadinya aku sempat ragu ia akan ngijinin aku. Namun, body language-nya mengisyaratkan minta ’lebih’. Demi kepuasan bersama, akhirnya aku memberanikan untuk saling menggesekkan ’ituku’," tutur Akbar.
Meski ia sadar petting sebenarnya cuman boleh buat pasutri, dia nggak menyesal. "Semakin sering petting, bisa menambah skill. Jadi, aku yakin bisa membahagiakan istriku kelak. Wooo… itu aku lho. Entah yang lain. Aku kan nggak bermaksud mempengaruhi," imbuhnya.
Beda dengan pengalaman petting Bagus (masih nama palsu) dengan kekasihnya. Penghuni PTS kawasan Surabaya Timur ini selalu petting dalam keadaan "polos." Katanya sih, lebih natural dan menggairahkan. "Awalnya, kami melakukannya dalam keadaan berpakaian. Namun, aku membaca artikel seks yang mengatakan pakaian justru membahayakan. Sebab bisa membuat kulit tergores," kata Bagus.
Itulah sepenggal kisah petualang remaja yang terbuai oleh hasrat seksual mereka. Namun, bukan berarti semua cowok doyan. Buktinya masih banyak responDet yang nggak pernah dan nggak pengin melakukannya sebelum married.
Seperti Hendra yang menimba ilmu di SMA Gema 45. Ia tidak mau terjebak dalam hubungan seksual yang penuh risiko. "Saat melakukan petting, pastilah ada godaan untuk ngelakuin fase selanjutnya. Nah, kalau udah kebablasan, kita sendiri yang bakal rugi. Ceweknya bisa hamil dan aku lah yang bertanggung jawab. Wah, yang bener aja," ungkap Hendra ketakutan.
Untuk menghindari godaan petting, dia selalu mencari area yang ramai saat pacaran. "Sebab, keinginan petting pasti berawal dari kondisi lingkungan sepi yang memicu sikap usil untuk menikmati tubuh pacar. Kalau pacarannya ramai, tangan dijamin tidak bakal berani bergerliya," tambahnya. (buz)
Sumber : Jawa Pos
Posted at 07:58 by Bahtiar
|
|